PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN MELALUI APLIKASI PERHITUNGAN GERAKAN JANIN

By Admin prodi 13 Mar 2025, 12:38:00 WIB Berita
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN MELALUI APLIKASI PERHITUNGAN GERAKAN JANIN

Keterangan Gambar : Kegiatan Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Memantau Kesejahteraan Janin melalui Aplikasi Perhitungan Gerak Janin (KICK COUNT)


Kegiatan ini merupakan salah satu pemberdayaan perempuan dalam rangka memberdayakan ibu hamil untuk dapat menghitung dan menginterpretasikan hasil perhitungan gerakan janin setiap hari. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini kelainan janin, sehingga kelainan tersebut dapat diketahui oleh keluarga dan tenaga kesehatan terkait. Gerakan janin merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan kesehatan janin dalam rahim, sehingga sangat penting untuk dimonitoring. Penggunaan aplikasi berbasis android bernama "Kick Count" menjadi sebuah alat bantu bagi ibu hamil dalam menghitung gerakan janin setiap hari. Hasil uji coba produk oleh ahli media, ahli materi, dan kelompok ibu hamil menyatakan bahwa produk ini sangat digunakan oleh ibu hamil di masyarakat.

 

Kegiatan ini berlangsung pada tahun 2021 dan bertempat di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penyelanggara dari kegiatan ini yaitu dosen Poltekkes Kemenkes Malang dan Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Peserta pemberdayaan berjumlah 16 orang ibu hamil, terdiri dari ibu hamil berusia 20-30 tahun dan lebih dari 30 tahun, dengan kondisi riwayat kehamilan primigravida dan multigravida. Ibu hamil tersebut memiliki riwayat pendidikan terakhir SMP/SMA dan tidak ada yang menempuh jenjang sarjana.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori Borg dan Gell, sebagai berikut:

1. Potensi dan masalah

2. Pengumpulan informasi

3. Desain produk

4. Pengujian desain

5. Peningkatan desain

6. Uji coba produk

Kegiatan pemberdayaan dimulai dengan pengisian kuisioner, wawancara, serta FGD pada ibu hamil dalam kelas ibu hamil di Poskesdes setempat. Adanya masalah terkait ibu hamil yang tidak rutin menghitung gerakan janin. Sehingga dilakukan bentuk perwujudan pemberdayaan ibu hamil dalam menilai status kesejahteraan janin setiap harinya, ketika ibu hamil tidak dalam jadwal kontrol ke tenaga kesehatan terkait. Adanya sinyal internet dari berbagai layanan nirkabel di lokasi penelitian juga sangat penting, serta penggunaan ponsel berbasis Android menjadi kunci dari berlangsungnya penelitian. Pengujian produk oleh ahli teknologi pembelajaran berkualifikasi doktor dan dokter spesialis kebidanan dan kandungan menyatakan "Sangat Layak" untuk digunakan, namun tetap ada beberapa hal yang perlu ditambahkan dan diperbaiki.

Kegiatan pemberdayaan ibu hamil beserta uji produk dari aplikasi "Kick Count" dilakukan pada kelas ibu hamil di Poskesdes. Setiap responden memberikan penilaian pada lembar penilaian uji coba produk yang telah disiapkan. Didapatkan hasil bahwa produk aplikasi android penghitung gerakan janin "Kick Count" untuk ibu hamil dinyatakan sangat layak oleh responden.

Hasil dari kegiatan pemberdayaan tersebut, didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang pentingnya pemantauan kesejahteraan janin terdiri dari kategori baik, cukup, dan kurang, sedangkan sikapnya lebih banyak negatif. Hasil dari uji coba pada ibu hamil didapatkan bahwa aplikasi penghitung gerakan janin "Kick Count" dinyatakan layak oleh responden. Rerata skor kelayakan hasil uji produk ini sebesar 84,4% sehingga dalam kategori Sangat Layak. Begitu juga berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi yang menyatakan produk aplikasi "Kick Count" sangat layak.

Evaluasi pada penggunaan produk aplikasi ini yaitu belum dapat ditindaklanjutinya pengintegrasian panduan instalasi ke dalam aplikasi, sehingga panduan instalasi dibuat terpisah dengan aplikasi. Bentuk panduan  instalasi berupa video tutorial yang diunggah ke kanal Youtube. Kendala lain yaitu dengan dilakukannya pengintegrasian panduan instalasi, maka berdampak pada penambahan ruang penyimpanan yang dibutuhkan.

Kegiatan pemberdayaan ini bermanfaat bagi ibu hamil dan juga tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan ibu hamil dapat menjadi berdaya dalam mengetahui dan memahami kesejahteraan janinnya. Dengan demikian, tenaga kesehatan terkait terutama bidan dan dokter spesialis kandungan dapat memonitoring kesejahteraan janin guna mendeteksi dini adanya kelainan dan gangguan pada janin. Bagi peneliti, manfaat yang didapatkan yaitu mengembangkan aplikasi berbasis android bernama "Kick Count".




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment