
- Pembentukan Satgas PHRITA (Peduli Ibu hamil Risiko Tinggi) Di Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen Kabup
- Penguatan Peran Remaja dalam upaya penurunan AKI dan AKB : Program Pemberdayaan untuk Kesehatan Ibu
- Mewujudkan Desa Siaga Aktif: Program Pemberdayaan untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Gedog Wetan
- Pendampingan Komprehensif Kelompok Remaja melalui Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Pelaksana
- Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Resep Herbal Pencegah Stunting Di Desa Jabung
- Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Kesehatan Reproduksi dan Pengelolaan Potensi Lokal Menjadi Es
- PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM SELF-SCREENING PRE EKLAMSIA MELALUI APLIKASI ANDROID SCREENING MANDIR
- PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN MELALUI APLIKASI PERHITUNGAN GERAKAN JANIN
- PEMBUATAN MODEL APLIKASI MEDIA EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA - “REAKSIKUY”
- Youth Information Center (YIC)
Mewujudkan Desa Siaga Aktif: Program Pemberdayaan untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Gedog Wetan

Keterangan Gambar : Pengurus Desa Siaga yang Terpilih
Program Pengabdian Masyarakat di Desa Gedog Wetan yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui revitalisasi Desa Siaga sejalan dengan visi Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, yaitu menghasilkan lulusan yang unggul dalam pemberdayaan perempuan di bidang kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini mencerminkan komitmen prodi untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui pemberdayaan, pendidikan, dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, program ini juga mendukung nilai-nilai prodi seperti kreativitas, kemandirian, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan tanggap terhadap masalah kesehatan di tingkat desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedog Wetan dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2022. Tempat pelaksanaan kegiatan ini berada di Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Profesi Bidan dan Sarjana Terapan Kebidanan. Peserta kegiatan ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat, antara lain Kepala Desa dan Perangkat Desa Gedog Wetan, kader kesehatan, petugas kesehatan setempat, serta ibu hamil, ibu nifas, ibu balita, remaja, dan warga usia subur (WUS). Selain itu, mahasiswa dan dosen dari Program Studi Pendidikan Profesi Bidan dan Sarjana Terapan Kebidanan juga berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program ini.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedog Wetan dimulai dengan serangkaian persiapan, termasuk penjajakan wilayah dan pengurusan izin yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pada bulan Agustus 2022, kegiatan dimulai dengan rapat koordinasi yang melibatkan Kepala Desa, perangkat desa, serta petugas kesehatan setempat untuk memaparkan rencana program dan tujuan dari revitalisasi Desa Siaga.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan untuk menggali masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, terutama terkait kesehatan ibu dan anak. FGD pertama difokuskan pada identifikasi masalah yang menyebabkan program Desa Siaga sebelumnya tidak berjalan optimal, sedangkan FGD kedua lebih mengarah pada masalah kesehatan ibu dan anak di desa. Pada FGD ketiga, hasil dari diskusi tersebut disampaikan, dan perencanaan solusi untuk masalah yang ada, serta pemilihan pengurus baru Forum Komunikasi Desa Siaga dilakukan.
Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedog Wetan menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam revitalisasi Desa Siaga dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak. Pembentukan Forum Komunikasi Desa Siaga yang baru menjadi salah satu pencapaian utama, di mana forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk koordinasi dan pengelolaan program kesehatan di tingkat desa. Melalui serangkaian Focus Group Discussion (FGD), berbagai masalah yang menghambat program Desa Siaga sebelumnya dapat diidentifikasi, termasuk kurangnya koordinasi dan keterlibatan aktif dari pengurus dan masyarakat. Solusi untuk masalah ini telah dirumuskan, dan pengurus baru telah dilantik untuk mengimplementasikan rencana tindak lanjut.
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan terlaksana sesuai dengan rencana. Kehadiran peserta pada setiap sesi FGD dan pelatihan sangat baik, dan diskusi yang terjadi dalam kegiatan tersebut sangat konstruktif. Namun, beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki termasuk keaktifan kader kesehatan dalam melakukan sosialisasi secara rutin dan perlunya peningkatan fasilitas pendukung di posyandu untuk mendukung kelancaran kegiatan kesehatan ibu dan anak. Monitoring lebih lanjut akan dilakukan pada tahun berikutnya untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program, serta melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang masih kurang optimal. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menciptakan kesadaran yang lebih tinggi di kalangan masyarakat Desa Gedog Wetan mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak serta perlunya keterlibatan aktif dalam program Desa Siaga.
Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedog Wetan sangat dirasakan oleh masyarakat setempat, terutama dalam peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak. Melalui revitalisasi Desa Siaga, masyarakat kini memiliki wadah yang lebih terorganisir dalam menangani masalah kesehatan, dengan terbentuknya Forum Komunikasi Desa Siaga yang baru. Forum ini berfungsi sebagai platform untuk koordinasi antar elemen masyarakat, termasuk kader kesehatan, perangkat desa, dan petugas kesehatan, sehingga penanganan masalah kesehatan di desa dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efektif.
Selain itu, ibu hamil, ibu nifas, ibu balita, remaja, dan warga usia subur (WUS) di Desa Gedog Wetan memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai pentingnya deteksi dini, pola hidup sehat, serta pencegahan penyakit yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Kader kesehatan, yang sebelumnya kurang aktif, kini memiliki pemahaman lebih mendalam tentang tugas mereka, sehingga mereka dapat memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan, dengan meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan kesehatan, baik melalui posyandu, TPK (Tim Pendampingan Keluarga), maupun program lainnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Gedog Wetan, memberikan akses yang lebih baik terhadap pelayanan kesehatan dasar, dan membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan ibu dan anak di desa.
