
- Pembentukan Satgas PHRITA (Peduli Ibu hamil Risiko Tinggi) Di Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen Kabup
- Penguatan Peran Remaja dalam upaya penurunan AKI dan AKB : Program Pemberdayaan untuk Kesehatan Ibu
- Mewujudkan Desa Siaga Aktif: Program Pemberdayaan untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Gedog Wetan
- Pendampingan Komprehensif Kelompok Remaja melalui Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Pelaksana
- Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Resep Herbal Pencegah Stunting Di Desa Jabung
- Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Kesehatan Reproduksi dan Pengelolaan Potensi Lokal Menjadi Es
- PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM SELF-SCREENING PRE EKLAMSIA MELALUI APLIKASI ANDROID SCREENING MANDIR
- PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN MELALUI APLIKASI PERHITUNGAN GERAKAN JANIN
- PEMBUATAN MODEL APLIKASI MEDIA EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA - “REAKSIKUY”
- Youth Information Center (YIC)
CEMARA (Ceramah Ramadhan) 2024
TIPS MENGHADAPI KEGALAUAN HIDUP DENGAN MENGINGAT ALLAH
oo1.png)
Keterangan Gambar : Kegiatan Ceramah Ramadhan dengan tema “TIPS MENGHADAPI KEGALAUAN HIDUP DENGAN MENGINGAT ALLAH” pada 23 Maret 2024
Islam merupakan agama dakwah yaitu agama yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia. Pada era seperti sekarang ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa banyak perubahan baik dalam cara berfikir, sikap maupun tingkah laku kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini ternyata tidak diimbangi dengan kemajuan akhlak dan budi pekerti, bahkan sebaliknya terlihat adanya tendensi semakin merosotnya nilai-nilai kemanusiaan, sehingga boleh dikatakan bahwa manusia di masa sekarang ini sedang mengalami krisis nilai-nilai insani. Oleh karena itu masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh negatif akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu acara untuk membentengi adalah dengan menambah pengetahuan dan pemahaman kita terhadap ajaran agama Islam, Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi Bidan Kebidanan Malang akan mengadakan kegiatan CEMARA Online (Ceramah Ramadhan Online) yang bertemakan “Tips Menghadapi Kegalauan Hidup Dengan Mengingat Allah”. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta pahala puasa kita. Dalam kegiatan CEMARA (Ceramah Ramadhan). Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 23 Maret 2024 Pukul 07.30-selesai selama 140 Menit media Daring.
Kegiatan dilaksanakan dengan persiapan panitia brifieng MC, Peserta masuk zoom, Pembukaan oleh MC, pembacaan Tilawahul Quran, Laporan kegiatan ketua pelaksana, Sambutan Ketua Program Studi D4 Kebidanan Malang, Penyampaian materi dan Ceramah Ramadhan, Sesi tanya jawab, Doa, Sesi foto bersama, Penutup oleh MC.
Galau adalah perasaan yang bisa membuat pikiran, pekerjaan, dan perilaku kita menjadi berantakan. Akibatnya, hati kita pun menjadi penuh dengan beragam perasaan yang bercampur aduk. Biasanya, orang yang sedang galau memiliki beberapa ciri, seperti sering menghabiskan waktu sendirian dan cenderung berpikir berlebihan. Ketika hati kita sedang kacau balau, seringkali kita merasa sulit untuk mengendalikan emosi dan sering merasa kesepian. Hal ini bisa memunculkan kecenderungan untuk mudah marah dan melakukan hal-hal negatif, terutama jika kita tidak memiliki dasar keimanan yang kuat untuk mengendalikannya. Namun, penting untuk diingat bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi galau ini, bahkan seorang rasul sekalipun, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, pernah mengalaminya. Allah tidak menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad secara langsung, melainkan secara bertahap. Ada dua periode selama dua tahun di mana Rasulullah tidak menerima wahyu. Saat itu, beliau merasa bingung dan merasa seolah-olah Allah telah meninggalkannya. Namun, Rasulullah tetap bersabar dan bertawakal, meskipun setiap hari berlalu tanpa menerima wahyu. Ini menunjukkan pentingnya kesabaran dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan hidup.
Salah satu contoh ayat yang memberikan petunjuk dalam menghadapi cobaan adalah ayat pertama dari surat Ad-Dhuha, yang mengingatkan kita tentang keindahan waktu Dhuha ketika matahari naik. Ini memberikan kita harapan bahwa setiap kesulitan akan diikuti dengan kemudahan.Ketika menghadapi kesulitan dan cobaan dalam hidup, kita perlu mengingat bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita. Dia selalu memberikan jalan keluar, menunjukkan bahwa Dia masih menyayangi dan memperhatikan kita. Berzikir dan berdoa kepada-Nya adalah cara yang baik untuk menguatkan iman dan mengatasi galau serta kesulitan yang kita hadapi.
