Aku dan Advokasi dalam FORMABI

By Admin prodi 09 Mei 2021, 09:03:51 WIB Kegiatan Lain
Aku dan Advokasi dalam FORMABI

Pada Sabtu-Minggu, 30-31 Januari 2021 lalu, 107 mahasiswi Kebidanan dari berbagai macam institusi penyelenggara Program Studi Kebidanan di Indonesia berkumpul dalam Forum Mahasiswa Kebidanan (FORMABI 2021). Forum tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan (IKAMABI) Nasional dalam rangka menyuarakan pendapat mahasiswa kebidanan serta mengadvokasinya kepada pemangku kebijakan yang dalam hal ini adalah AIPKIND dan IBI Pusat.

Forum tersebut dilaksanakan secara virtual dan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Di hari pertama, seluruh peserta disambut oleh Sekretaris Jenderal IKAMABI, Safira Cantika Desra kemudian mendapat materi tentang advokasi dan audiensi yang disampaikan oleh Kepala Departemen Kajian Strategis dan Advokasi IKAMABI, yaitu Zulfa Nurusyafa untuk membuka pemahaman peserta tentang advokasi secara umum, pentingnya advokasi, cara mempersiapkan advokasi, dan bentuk-bentuk advokasi.

Ia juga menuturkan, “Advokasi bertujuan untuk mewujudkan perubahan yang luas terkait kebijakan sehingga masyarakat banyak dapat merasakan manfaatnya. Tentunya, dalam menyampaikan advokasi, kita memerlukan trik komunikasi agar apa yang kita ingin kita suarakan bisa sampai ke hati pemangku kebijakan sehingga menghasilkan perubahan”

“Kita harus bicara logis, terstruktur, dan jelas. Pelan-pelan, intens, dan menggunakan feeling. Kita juga harus memberi panggung kepada pemangku kebijakan untuk menjelaskan kebijakannya terlebih dahulu agar tertarik untuk mendengar tanggapan kita. Dan yang tak kalah penting, pastikan ada yang melindunginya,” sambung Zulfa, Sabtu (30/01/2021).

Setelah paham betul tentang struktur advokasi, peserta dibagi ke dalam 9 grup untuk mendiskusikan sebuah tema besar, yaitu “Peran Pemangku Kebijakan dan Mahasiswa Kebidanan dalam Meningkatkan Lulusan Kebidanan yang Berkualitas” yang kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi dari setiap kelompok dan sesi diskusi.

Keesokan harinya, tiga pemateri yang sangat luar biasa yaitu Ibu Jemmy dari AIPKIND Pusat, Dr. Indra Supradewi, M.KM selaku ketua divisi Pendidikan IBI Pusat, dan Dr. Jumiarni Ilyas, M.Kes yang menyampaikan materi yang sama dengan tema besar pada diskusi di hari sebelumnya sehingga Mahasiswa Kebidanan dapat secara langsung memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mengamalkan kiat-kiat advokasi seperti materi yang telah disampaikan oleh ketua departemen KASTRAD IKAMABI, Zulfa Nurusyafa.

Hal tersebut mendapat sambutan yang hangat dari seluruh pemangku kebijakan, terutama ibu Indra Supradewi.

“Dengan adanya kritik dan saran seperti ini, artinya mahasiswa kebidanan sudah mulai bisa berpikir kritis dan mawas diri terhadap profesi yang akan dijalankan,” tuturnya, Minggu (31/01/2021)

Selanjutnya, acara ditutup dengan doa dan sesi bersama. Adapun manfaat yang dapat dibawa pulang oleh masing-masing delegasi adalah relasi yang semakin luas dari berbagai institusi penyelenggara program studi Kebidanan se-Indonesia dan pembekalan tentang advokasi yang dapat disebarkan di lingkungan himpunannya masing-masing sebagai alat evaluasi serta menyampaikan kritik dan saran untuk mengawal suatu kebijakan di lingkungan masing-masing.

Editor: Nadya Dina Tazkiyah

   




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 8 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, instagram, youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Website Prodi memberikan informasi yang anda butuhkan?
  Ya
  Tidak

Komentar Terakhir

  • Izzah

    Seminar yang di selenggarakan sangat ...

    View Article
  • Nadya

    Alhamdulillah. Terima kasih, Bu. Ceramah dari Ustadz Reza kemarin sangat mudah dipahami dan dekat ...

    View Article
  • Sania

    Alhamdulillah bermanfaat ilmunya menambah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video