GIZI BURUK PADA BALITA

By Admin prodi 24 Nov 2019, 16:47:41 WIB Artikel
GIZI BURUK PADA BALITA

GIZI BURUK PADA BALITA

        Balita adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun. Berdasarkan Riskesdes 2013 terlihat prevelensi gizi buruk dan gizi kurang meningkat dari tahun 2007 ke tahun 2013. Prevelensi sangat pendek turun 0.8% dari tahun 2007, tetapi prevelensi pendek naik 1.2% ke tahun 2013.seharusnya kasus ini dapat diatasi mulai dari bayi, Rekomendasi WHO untuk pemberian Gizi pada Bayi yaitu  IMD (30 menit) setelah bayi lahir, ASI Eksklusif usia 6 bulan, MP-ASI usia 6 – 9 bulan.

        Zat-zat  gizi yang  sangat dibutuhkan oleh tubuh: protein, kalsium, vitamin D, vitamin A dan K, Fe (zat besi). Peran Protein bagi si kecil dalam masa pertumbuhan sangatlah penting. Jika asupan protein kurang diberikan kepada si kecil, maka balita beresiko mengalami kondisi Kurang Energi Protein (KEP), Para ahli mengelompokan KEP kedalam tiga tipe utama:

  1. Marasmus

Kekurangan gizi yang ditemui pada anak usia 0-2 tahun yang tidak mendapatkan cakupan air susu ibu (ASI). Salah satu penyebabnya  karena masukan makanan yang sangat kurang. Ini ditandai dengan berat badan yang sangat rendah, ukuran kepala tidak sebanding dengan ukuran tubuh, tampak lebih tua (old man face), bentuk perut cekung sering disertai diare kronik atau malah susah buang air kecil.

  1. Kwashiorkor

Kondisi ini ditemukan pada anak usia 1-3 tahun yang kurang mendapatkan asupan protein. ditandai dengan pembengkakan (edema) pada seluruh tubuh hingga tampak gemuk, wajah anak membulat dan sembab (moon face), otot mengecil dan menyebabakn lengan atas kurus sehingga ukuran LILA nya kurang dari 14 cm.

  1. Kwasirkor Marasmus

Kekurangan protein kronis pada anak-anak yang sering disebabkan beberapa hal, antara lain anak tidak cukup makanan bergizi (terutama tidak mengandung cukup energi dan protein), anak tidak mendapat asupan gizi yang memadai dan mungkin infeksi penyakit kondisi ini sering dikenal dengan istilah busung lapar.

 

Perlu diperhatikan Prinsip Gizi  menurut  Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu;

  1. Memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir,
  2. Memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan
  3. Memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan
  4. Meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2003)
  5. Dianjurkan untuk memberi 100-110 Kkal energi tiap kgBB/ hari. Oleh karena itu, susu bayi mengandung kurang lebih 67 Kkal tiap 100 cc. Maka bayi diberikan 150-160 cc susu tiap kg BB.

Makanan yang perlu diberikan pada bayi usia 6 bulan: ASI tetap diberikan. Berikan makanan lembut (lumat) 2x sehari, berikan asi terlebih dahulu baru makanan pendamping

Makanan bayi usia 6-12 bulan, mulai diberikan makanan yang lebih padat dalam bentuk lembek, usia 8 bulan diberikan tim cincang, usia 9 bulan mulai diperkenalkan makanan selingan, 10 bulan perkenalkan makanan yang

 

 

 

 

Referensi

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2015. Situasi Kesehatan Anak Balita di Indonesia.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment